Dizaman yang serba sibuk seperti sekarang banyak
orang yang mengabaikan kesehatan diri mereka, mulai dari telat sarapan sampai
sarapan dengan makanan yang instan dan cepat saji. Dari segi kesehatan memang
itu tidak baik dan sangat tidak dianjurkan tapi karena sibuk maka orang orang
memilih makan makan yang instan dan yang cepat saji.
Mie instan adalah salah satu pilihan yang tepat
buat para orang yang sibuk dan para anak kos karena penyajiannya yang sangan
cepat. Dibalik larisnya mie instan dikalangan masyarakat indonesia diikuti
dengan begitu banyak rumor tentang mie instan itu sendiri, banyak kabar yang
menyatakan kalau mie instan itu harus direbus sebanyak dua kali supaya tidak
terdapat lagi zat zat kimia yang ada didalamnya, air rebusan mie instan yang
pertama juga katanya tidak boleh dijadikan kuah karena disitulah banyak
terkandung zat kimia yang berbahaya.
Kabar mengenai bahayanya air mie instan tersebut
adalah salah. Justru didalam air rebusan mie yang pertama itulah terdapat
kadungan zat besi, zinc, vitamin, dan beta karoten tinggi yang dibutuhkan oleh
tubuh kita. Pada proses pembuatannya, mie instant telah mengalami proses
forfikasi atau penambahan zat – zat gizi dan vitamin yang diperlukan tubuh. Zat
zat gizi dan vitamin ini akan larut dan berpindah dari mie instan ke air pada
saat perebusan. Maka dari itu air rebusan mie instanlah yang memiliki kandungan
gizi bagi tubuh kita. Kalau airnya dibuang dan diganti dengan yang baru, zat
zat gizi dan vitamin yang terkandung pun ikut menghilang dan mie instan yang
sudah dimasak tadi tidak lagi mempunyai nilai gizi yang cukup. Fakta
iniberdasarkan riset guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr.
Hardinsyah dan Ahli Gizi sekaligus Anggota PERSAGI, DR Marudut.
Baca juga : Hindari Berita Hoax yang Menguntungkan Orang
Baca juga : Hindari Berita Hoax yang Menguntungkan Orang
Mungkin adayang berpendapat “Mie instankan
mengandung lilin”. Itu sebenarnya tidak benar, mie instan hanya diberi bahan
pengawet dan itu jumlahnya hanya 1 mg (mili gram) saja, itu termasuk jumlah
yang sangat kecil, sedangkan di Indonesia sendiri telah ditetapkan pengunaan
bahan pengawet secara aman, yaitu hanya 250mg saja perkilogram makanan. Kenapa
bisa awet? Itu disebabkan karena metode yang bernama Teknik Deep Frying, proses
ini dilakukan pada suhu yang sangat tinggu, yaitu 140 – 160 derajat celcius. Pada
suhu ini, dapat dipastikan tidak ada mikroba yang dapat bertahan hidup karena
kadar air pada mie telah turun hingga tersisa 3% saja. Maka dari itu kenapa mie
dalam kemasan sangat dikarenaka tidak ada mikroba didalamnya.
Jadi mengkonsumsi mie instan itu tidak apa apa selagi
masih dalam batas wajar, dan saya tidak mengatakan kalau mie instan itu sehat. Makanlah
makanan yang sehat agar terhindar dari penyakit dikemudian hari.



Tetapikan tentu saja meski sedikit bagaimana pun pengawet itu berbahaya gan hehe
ReplyDeletebtw nice artikel gan karena setidaknya saya mendapat wawasan baru tentang air rebusan indomie ini.
Saya salah satu yang selalu buang air rebusan mie gan hehe
itu beneran gan? soalnya gw selalu baung air kuah mie gw
ReplyDeleteMenurut alhi begitu gan.
DeleteCuman buat mi kuah aja, kalo mie goreng mah gaenak kalo kuah wkwk
baru tau aku info ini.
ReplyDeletetapikan tetap aja, kalau mau bikin mi goreng yg dibuang juga air rebusannya
Cuman berlaku untuk mi yang pakar kuah gan hehe
Deletewah, gini toh manfaatnya baru tau saya ,, nais info
ReplyDeleteNaisu post yud (y)
ReplyDeletethanks infonya gan
ReplyDeleteMakasih infonya gan, mantep tuh hehe
ReplyDelete